Monday, December 3, 2012

Begitu sulit kurasakan kehadiranmu, bahkan saat kau di depanku.

Suara itu ...

Hanya suara tawa, canda serta teriakan yang terasa.

Dentingan suara gelas yang mengantar paras tak terbayangkan  hingga tak dapat ku mengerti arti perasaan ini, seakan semua semu terasa dalam lamunan dan hasrat menyatu tersaji terbawa kepadamu.

Tertunduk tanpa tahu arti, ku pandang wajahmu berharap ku kenali senyum manis siapa itu ...?
Kesunyian kudapat walau burung berkicau dengan merdu.

Tak sanggup tubuh ini untuk berdiri, terdengar suara dengan lantang dan kuangkat sebagian diriku.

Kau tahu .....????

Gadis manis berkerudung ungu berdiri serta pergi membawa setengah kegelisahan.
Sampai ku tak mengerti siapa dirimu menjadi bayang di belakangku.

No comments:

Post a Comment