Berawal dari keputusasaan yang kemudian berubah menjadi rezeki
dari Yang Maha Kuasa. Tanpa mimpi seorang ibu jalan-jalan di sebuah
tempat yang bisa dibilang sepi, hanya orang sekitar yang berlalu lalang sambil
membawa udang hasil tangkapan malam sebelumnya. Kadang sambil membawa ikan
hasil budidaya daerah tambak.
Hasil ikan tersebut bermacan-macam ada ikan cukil atau kakap
putih, mujair atau dikenal dengan nama ilmiahnya oreochromis mossambicus,
bahkan tidak jarang mereka membawa kepiting dengan hasil yang baik kemudian
dijual kepada pengepul. Kec. Rungkut kota surabaya lebih tepatnya boosem
wonorejo di pojok dekat pintu air yang menghubungkan laut sebuah
warung yang berdiri dari tahun 2005 hingga sekarang.
Dari warung kecil yang di tata dan berisi beberapa tempat duduk
kecil agak memanjang di pinggir tambak yang dimiliki orang yang tinggal di
daerah kedung baruk.
awal tahun merupakan awal yang berat namun tanpa lelah sang
pemilik tetap bertahan hingga tahun ke-5. hingga memasuki tahun ke-6, bukan
tahun yang biasa. Pada tahun ini sang pemilik mulai merasakan jerih payah yang
awalnya per hari rata-rata 10-15 orang kini dapat dirasakan pengunjung mulai
banyak.
" Siapa yang mau beli ? ", kata yang dilontarkan oleh
pemilik tambak yang sekarang di tempati warung mak rum dan tidak jarang orang
sekitar melontarkan pertanyaan yang sama kepada pemilik warung yang mulai di
lirik oleh orang-orang sekitar. Mulai dari mahasiswa UNAIR, UNESA, ITS
yang sedang mengambil prodi biolgi hingga para pemancing yang berdatangan dari
berbagai daerah.
Maklum, daerah dimana warung mak rum berdiri adalah daerah yang
sekarang menjadi daerah wisata bagi para penghuni kota metropolitan seperti
Surabaya. Karena boosem, wonorejo adalah lahan hijau yang luas dan ditumbuhi
tanaman bakau atau mangrove. Dan dikelilingi oleh tambak yang jadi surga para
pemancing.
15jt rupiah, itu adalah angka yang ditawarkan oleh orang
untuk kepemilikan hak atas " pondok tahu 71 ". Cukup tercengang
waktu mendengar hal itu karena aneh ternyata ada yang tertarik dengan "
pondok tahu 71 ".
by the way, nama pondok tahu merupakan nama yang diberikan oleh
salah satu mahasisiwa yang sering nongkrong di warung mak rum yang kemudian
saya tambahkan hingga menjadi " pondok tahu 71 ". Semoga anda
menikmati kisah perjalanan warung mak rum dan jangan lupa datang ke tempat ini,
anda akan ditawarkan berbagai kejadian yang menarik.
